| what's missing in me, a bi girl's life? me? An understanding, sexy, caring bi girl keeps my eyes opening for you. Give me a wink. I will show you more. http://longtermlove64.bravehost.com |
| I saw you today and found that we have many in common. I'm a beautiful, confident and sexy single, wealthy but lonely. You can check my photo album here and I'm always online. Let's chat to make friends or more. http://www.geocities.com/uonlysplendidDon't forget to find me by search username: wealthylonely. I'm waiting for you there. |
| I strongly recommend this great muslim community to you! It's the best place to communicate with tens of thousands of quality muslim singles from USA, UK, Canada, Austrilia, Indonesia, India, Pakistan...Just open this page to get: http://freefriendsclub.googlepages.com/friends.htmBest wishes, |
| Kemoterapi menyebabkan perubahan pada metabolisme otak dan sirkulasi darah yang dapat berlangsung selama 10 tahun. Penemuan tersebut barangkali dapat menjelaskan timbulnya kegelisahan dan kemuraman jiwa yang membayangi banyak pengidap kanker yang masih bertahan hidup, demikian dilaporkan para peneliti. Para peneliti dari University of California - Los Angeles (UCLA) menemukan wanita yang pernah menjalani kemoterapi 5 hingga 10 tahun sebelumnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah pada bagian penting dari selaput otak luar. Para wanita yang pernah menjalani kemoterapi juga menunjukkan adanya lonjakan pada aliran darah ke selaput otak luar dan otak belakang, ketika mereka tengah melakukan tes daya ingat. Hal mana menunjukkan terjadinya loncatan cepat pada tingkat aktivitasnya, demikian diungkapkan para peneliti. “Area yang sama pada cuping bagian depan yang menunjukkan metabolisme lebih rendah saat istirahat, menunjukkan lonjakan aktivitas yang substansial ketika pasien tengah melakukan latihan daya ingat,” kata Daniel Silverman, profesor pada UCLA yang memimpin penelitian tersebut. “Sebagai pengaruhnya, otak pasien wanita ini bekerja lebih keras untuk mengingat kembali informasi yang sama dibandingkan rekannya yang sehat,” lanjutnya. Para ahli memperkirakan setidaknya 25 persen pasien kemoterapi mengalami gejala kegelisahan jiwa, apa yang disebut sebagai ‘otak kemo.’ Sebuah penelitian yang dilakukan pada University of Minnesota baru-baru ini melaporkan jumlahnya sekitar 82%, demikian disebut dalam pernyataan tersebut. “Orang dengan ‘otak kemo’ sering kesulitan konsentrasi, mengingat banyak hal atau melakukan pekerjaan rangkap seperti sebelum kemoterapi,” kata Silverman. “Penelitian kami yang pertama kali menunjukkan bahwa seorang pasien penderita gejala kognitif ini, mengalami perubahan spesifik pada metabolisme otaknya.” Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada hari Kamis (5 Oktober) pada edisi online Riset dan Perawatan Kanker Payudara. Tim medis telah memeriksa 21 wanita yang pernah melakukan operasi untuk mengangkat tumor payudara, 16 diantaranya menjalani kemoterapi sedang lima lainnya tidak. Para peneliti menggunakan Positron Emission Tomography (PET) Scanner untuk membandingkan fungsi otak pasien wanita. Mereka juga membandingkannya dengan hasil scan dari 13 wanita yang tidak menderita kanker payudara atau tidak pernah menjalani kemoterapi. Positron Emission Tomography mensimulasikan gambar dari bagian tubuh dengan menggunakan kamera khusus yang mencatat perkembangan zat pemantau radioaktif yang disuntikkan. Para peneliti menggunakan scanner untuk memeriksa metabolisme otak pasien wanita saat sedang istirahat, demikian pula aliran darah ke otak pasien, ketika mereka sedang melatih daya ingat jangka pendek. Silverman menganjurkan penggunaan PET scanner untuk memonitor efek dari kemoterapi pada metabolisme sel otak pasien. Karena scanner ini telah digunakan untuk memonitor reaksi tumor terhadap terapi, tes lanjutan akan mudah ditambahkan. Kanker payudara adalah kanker yang paling umum bagi kaum wanita, dengan 211 ribu kasus baru terdiagnosa setiap tahunnya, demikian pernyataan itu menyebutkan. (Sumber: Reuters / www.theepochtimes. Com) Ngeblog Belajar Hipnotis --> http://pengobatan-alternatif.blogspot.comNgebahas Pengobatan Alternatif --> http://groups.yahoo.com/group/pengobatan-alternatif |
| I strongly recommend this great muslim community to you! It's the best place to communicate with tens of thousands of quality muslim singles from USA, UK, Canada, Austrilia, Indonesia, India, Pakistan...Just open this page to get: http://islamangel.googlepages.com/romance.htmBest wishes, |
| Tanggal 14 Februari adalah hari yang dinanti-nantikan oleh para kawula muda di seluruh dunia. Pada hari itu, para remaja biasanya merayakan Hari Valentine, suatu hari di mana digunakan sebagai momen penting untuk menumpahkah kasih sayangnya kepada orang yang dicintai. Ada bunga, kado, sampai pesta mewarnai perayaan hari itu. Tidak heran bila Hari Valentine ditunggu-tunggu orang, khususnya kaum muda, sepanjang tahun. Perayaan Hari Valentine juga identik dengan kartu, gambar hati, warna merah muda dan Cupid (malaikat kecil bersayap yang selalu membawa panah asmaranya ke mana-mana). Dia sering dipakai untuk lambang cinta di hari kasih sayang. Hal itu karena menurut mitologi Romawi, Cupid adalah anak laki-laki Dewa Venus, dewa cinta dan kecantikan. Mungkin kita banyak yang tidak mengetahui asal-usul dan latar belakang perayaan Hari Valentine. Kapan sebenarnya perayaan ini dimulai? Asal-usulnya? Apa sesungguhnya yang dikabarkan Valentine buat kita? Kalaupun kita terlibat dalam perayaan setidaknya kita bukan hanya sebagai penggembira yang tidak memahami makna Valentine. Selama ini, orang mengenal Valentine sebagai suatu budaya yang lahir dari Roma dan secara perlahan-lahan menjadi budaya milik dunia, tak terkecuali Indonesia. Awalnya pada 15 Februari sekitar abad ke-4 SM diadakan festival bangsa Roma yang disebut Lupercalis untuk memuja Dewa Lupercus, dewa pelindung tanaman obat dan hasil bumi. Pada malam sebelum festival, para pemuda Roma akan mencari pasangan mereka selama festival hingga pesta Lupercalia berikutnya. Mereka saling bertukar hadiah. Para wanita akan menerima sarung tangan harum atau perhiasan mahal. Tidak jarang mereka berhubungan asmara hingga satu tahun, jatuh cinta dan akhirnya menikah. Setelah berlangsung selama 800 tahun, gereja di Roma menentang perayaan tersebut, dan belakangan uskup dari Interamna yang bernama Valentine memulai kembali kebiasaan tersebut dengan cara yang berbeda. Setelah Roma dikristenkan, para rohaniwan menggeser sehari ke belakang, dari yang sebelumnya 15 Februari menjadi 14 Februari sebagai hari kasih sayang, Hari Valentine. Hal ini dimaksudkan sebagai tanda untuk memperingati dua orang martir. Nama Valentino yang pertama dihukum mati oleh Kaisar Claudius II pada 14 Februari 270 M. Sang Kaisar menganggap bahwa bala tentaranya akan makin besar dan kuat jika mereka tidak menikah, sehingga melarang pria untuk menikah dan tinggal bersama keluarga. Seluruh pertunangan dan perkawinan di seluruh Romawi dibatalkan demi memperkuat militernya. Saat itu, Uskup Valentine (seorang pastor) bersama dengan Uskup Marius dan para martir Kristiani lainnya menikahkan pasangan Romawi secara sembunyi-sembunyi. Ketika ketahuan, Uskup Valentine ditangkap dan dipenjarakan (lihat boks). Akhirnya ia dihukum, dipukuli dengan tongkat, dilempari batu, dan dipenggal kepalanya hingga tewas. Hukuman ini terjadi pada 14 Februari 270 M ketika orang-orang Romawi mempersiapkan festival Lupercalia, yang jatuh pada 15 Februari. Untuk mengenang jasa dan pengorbanan Uskup Valentine serta menghormati tradisi rakyat, maka para pastor Romawi menentukan tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine. Sedangkan Valentino yang kedua adalah seorang bishop dari Interamna (Terni modern). Dua martir ini lalu diberi gelar santo karena pengorbanannya --santo pelindung bagi pasangan yang sedang jatuh cinta. Hingga pada 469 M, Paus Gelasius mengumumkan setiap tahun pada 14 Februari sebagai Hari Valentine. Kisah Asmara Valentine Pada bulan musim semi, burung-burung mulai mencari pasangan dan Dewa Cupido, dewa berbentuk anak kecil bersayap, mulai mengarahkan anak panahnya pada hati muda-mudi. Sebelum Valentine ditangkap, ia suka memberikan bunga di tamannya pada anak-anak. Saat ia berada di dalam penjara, berbondong-bondong anak-anak mengunjunginya, melempar sejumlah besar bunga segar ke ruang tahanannya. Selama dalam kurungan itu pula, ia berhasil menyembuhkan mata seorang gadis buta, anak penjaga menara, berkat imannya yang teguh dan kasihnya yang besar. Valentine jatuh cinta lalu secara kontinyu menulis surat cinta pada sang gadis. Sebelum ia menghadapi saat terakhirnya, sepucuk surat terakhir yang ditandatanganinya, ia tuliskan sebuah kalimat "From Your Valentine" kepada gadis itu. Sebuah ekspresi kasih sayang yang hingga sekarang digunakan banyak orang. Setelah Valentine meninggal, di atas makamnya, tumbuh sebatang pohon ginko warna pink yang berdaun lebat, melambangkan cinta yang abadi. Kalimat inilah yang menjadi ungkapan yang sering dipakai untuk mengungkapkan kasih sayang atau cinta pada seseorang di Hari Valentine. Kebiasaan mengirimkan kartu Valentine sekarang ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Uskup Valentine atau pesta Lupercalia. Konon kartu Valentine ini adalah kartu yang pertama keluar untuk jenis kartu ucapan. Pada saat itu orang belum mengenal jenis kartu ucapan yang lainnya. Saat pesta Lupercalia mulai ditinggalkan, para pemuda Romawi tetap menggunakan kebiasaan ini untuk mengajak kencan gadis idamannya dengan memberikan kartu tulisan tangan di tanggal 14 Februari. Tapi kartu Valentine yang sebenarnya pertama kali dikirim oleh Charles, seorang bangsawan dari Orleans, di tahun 1415 untuk istri tercintanya. Saat itu Charles sedang dipenjara di Tower of London yang sekarang sudah menjadi museum. Dari sanalah kemudian kebiasaan mengirim kartu itu terus berkembang sampai sekarang. Kisah Valentine merupakan tragedi yang berhubungan antara hidup dan mati. Kisah kasih sejati yang bisa terekspresi oleh siapa pun. Setragis kisah Valentine, kisah tentang sebuah tindakan yang menggemparkan seluruh penjuru yang dilakukan oleh Zhen Xueli, seorang istri terpidana mati. Setelah divonis mati karena kesilapan membunuh orang, ia memohon pengadilan sipil tingkat dua setempat untuk memiliki anak dari sang suami dengan cara inseminasi buatan sebagai sebuah bukti cintanya, dan sekaligus agar dapat menghibur kepedihan sang mertua. Namun, harapannya akhirnya putus di tengah jalan. Tepat pada 18 Januari, untuk selama-lamanya Zheng Xueli kehilangan orang yang dicintainya. Orang yang dicintainya itu telah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, dan untuk selama-lamanya dengan terpaksa meninggalkan kekasih dan keluarganya. Mungkin ketika para pasangan sekarang sibuk membeli bunga dan cokelat, tanpa mengetahui makna Hari Valentine dan nilai nilai di balik sejarah Valentine. Tidak mengherankan, apabila di zaman yang dimabukkan oleh dekadensi moral yang mengkhawatirkan, sejarah telah dilupakan hingga pelita hancur seiring dengan renungan dan perasaan di dalam sanubarinya. Valentine membuat Hari Valentine, memberi tahu pada kita, bahwa cinta adalah suatu perasaan yang murni dan berharga. Sebuah hari besar dan makna cinta yang dikandungnya didapat dari seseorang yang mengorbankan jiwanya untuk kita. Di zaman sekarang ketika Hari Valentine telah sepenuhnya menjadi perdagangan, hingga sejumlah besar orang Amerika tidak mengetahui di balik kepedihan Hari Valentine. Jadilah 'From Your Valentine' bisa sesukanya diucapkan, dan telah dianggap sebagai suatu mode. Seperti halnya di China sekarang, ada sejumlah besar orang, bagaimana secara kreatif memanfaatkan Hari Valentine, bermain dengan apa yang disebut permainan percintaan, memainkan acara sebagai orang ketiga dengan riang gembira, Hari Valentine berubah menjadi hari besar kekasih diluar istri. Ada berita mengatakan, bahwa sekitar 30% orang yang berkunjung ke Hongkong, pada saat Hari Valentine merasa menyesal karena tidak dapat mendampingi beberapa kekasih secara bersamaan. Di RRC, mungkin juga mempunyai jumlah yang sama atau mungkin lebih banyak lagi orang merasakan kerisauan yang sama, tanpa mengetahui bagaimana perasaan Valentine di atas sana jika mengetahuinya. Tanpa mempermasalahkan asal-usul Hari Valentine, terkandung makna yang diakui banyak orang, baik yang merayakan atau tidak, bahwa cinta dan kasih sayang patut kita pupuk sepanjang masa. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong kehidupan lebih bergairah dan harmonis. Ada yang sedang romantis mempersembahkan bunga, ada yang saling mempercayakan seumur hidupnya, ada yang berjanji dengan setulusnya, dan ada juga yang diam-diam sendirian meneteskan air mata. Ada yang berkorban demi cinta sejati, ada juga yang mempermainkan cinta. Sementara ginko pink di atas makam Valentine mekar sendiri, demi perasaan cinta yang sejati dan murni manusia sebagai dasar persembahan cinta. Ngeblog Belajar Hipnotis --> http://pengobatan-alternatif.blogspot.comNgebahas Pengobatan Alternatif --> http://groups.yahoo.com/group/pengobatan-alternatif |
| Persepsi Meramal
oleh Yoddy Hendrawan (081519843440)
secara umum Meramal artinya melakukan suatu prediksi atau dugaan dan dalam dunia ilmiah istilah ini lebih populer disebut sebagai hipotesa. Sebagai sebuah prediksi tentu saja kita tidak bisa menghakiminya sebagai hal yang terlarang apalagi sesat. Prediksi atau ramalan bukan berupa nilai yang pasti sehingga hasilnya bisa benar dan bisa juga salah, tergantung seberapa akurat data-data yang diolah sebelum akhirnya menjadi sebuah perkiraan (hipotesa). Allah sendiri berfirman dalam al-Qur’an bahwa sebuah teori, sebuah prediksi ataupun ramalan tidak akan bisa mengalahkan kebenaran yang sesungguhnya. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak bisa mengalahkan kebenaran [1]. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. - Qs. 10 Yunus : 36 Namun sangat disayangkan justru manusia banyak terjebak dalam memastikan hasil akhir dari dugaan yang sebenarnya masih bersifat kemungkinan satu diantara dua.; Dalam kalangan ilmuwan terdapat suatu kesimpulan bahwa apa yang telah dikatakan benar, sesungguhnya belumlah mutlak benar. Sesuatu hal adalah benar menurut anggapan (dugaan) relatif disuatu jaman karena pada periode berikutnya bisa saja terdapat bukti yang memperbaiki (dugaan) kebenaran sebelumnya, hingga apa yang kemarin telah benar, kini harus dirubah lagi, dan besok mungkin disempurnakan lagi. Tingkat keberhasilan dari penganalisaan ini harus selalu diukur dengan tahap persetujuan antara pernyataan dan kenyataan tentang sesuatu itu sendiri. Mempelajari ilmu ramal pada hakekatnya tidak terlarang selama masih dalam koridor teori kemungkinan, namun jika keluar dari teori itu dan masuk dalam dunia keabsolutan maka tentu saja akan menuai konfrontasi terbuka terhadap ajaran agama dan nilai-nilai keuniversalan nurani (kata hati). Apa yang dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dengan ramalan cuacanya serta ilmuwan vulkanologi yang mengetengahkan ramalan terhadap meletusnya sebuah gunung atau akan munculnya gempa berkekuatan tertentu disuatu daerah adalah salah satu contoh ilmu ramal yang bisa dibenarkan, sebab mereka mempergunakan teknologi yang berdasarkan hasil karya akal pikiran dan memiliki tujuan agar masyarakat bisa mewaspadai akibat yang terjadi dari kejadian-kejadian tersebut. Ilmu perbintangan adalah ilmu yang paling banyak diselewengkan oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan mencampurkannya dengan hal yang klenik dan irrasional. Padahal ilmu ini adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang luar angkasa, sehingga banyak agamawan justru memandangnya sebagai sesuatu yang negatip. Al-Qur’an sendiri memaparkan kepada kita : Dan Dia-lah yang telah menjadikan bagi kamu beberapa bintang untuk menjadi pedoman didalam kegelapan didarat dan dilautan. Lalu Kami jelaskan tanda-tanda Kami bagi orang-orang yang mengetahuinya. - Qs. 6 al-an’am : 97 Dan Dia jadikan tanda-tanda melalui bintang sehingga mereka mendapatkan petunjuk. - Qs. 16 an-Nahl : 16 Bintang secara umum adalah benda angkasa yang memancarkan cahaya kala malam tiba, dengan mempelajari letak dan posisi bintang-bintang tersebut manusia bisa memperoleh petunjuk arah yang menyelamatkannya dari kesesatan perjalanan. Manakala ada sekelompok orang yang menunjuk benda-benda angkasa sebagai ramalan terhadap sebuah peristiwa atau menyangkut nasib seseorang maka Nabi secara tegas bersabda : Sesungguhnya manusia menganggap gerhana matahari dan gerhana bulan dan lenyapnya bintang-bintang dari kedudukannya karena matinya orang-orang besar dari penduduk bumi, sungguh mereka telah berbohong ! ; sebenarnya semua itu adalah ayat-ayat kekuasaan Allah, supaya para hamba-Nya bisa mengambil pelajaran dengan melihat fenomena itu dan diantara mereka ada yang melakukan instropeksi diri (pertobatan). - Hadis Riwayat Abu Daud Dan kamu jadikan rezki kamu dan syukur kamu dengan mendustakan pernyataan bahwa kita telah diberi hujan oleh kedudukan bulan ini dan bulan itu serta bintang ini dan bintang itu. - Hadis Riwayat Ahmad, Turmudzi, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Ali bin Abu Thalib. Jelas bahwa ilmu perbintangan tidak boleh dijadikan ilmu meramal nasib seseorang, apalagi bila kita pelajari bagaimana sesungguhnya logo-logo zodiak seperti scorpio, leo dan sebagainya itu diciptakan dengan memaksakan keterhubungan antara bintang yang satu dengan bintang lainnya melalui sebuah garis maya (garis khayalan) padahal sesungguhnya mereka sama sekali berjauhan dan tidak nampak berhubungan sebagaimana yang sering digambarkan. Berbicara mengenai Ilmu Fengshui ada baiknya bila kita kenali dulu sejarahnya, Basuki Soejatmiko [2] dalam bukunya menulis bahwa Fengshui mulai dikembangkan pada masa kejayaan dinasti Chou (1027 – 256 SM) yang awalnya sebuah konsep religius (keagamaan) Im dan Yang lalu seterusnya menjadi peraturan dalam membangun rumah; istilah Fengshui dikenal juga dengan nama Hongsuinipun arti harfiahnya adalah angin dan air.; melalui ilmu denah rumah ini diyakini bahwa kebahagiaan dan keberuntungan manusia yang menghuninya dimasa mendatang dipengaruhi olehnya. Tidak ada yang aneh dan salah dalam ilmu ini apabila ia memang sekedar mengatur tata letak rumah yang ideal sehingga prinsip keseimbangan alam yang dianutnya benar-benar sesuai dan secara fakta dilapangan bisa dibuktikan.; misalnya bagaimana mengatur posisi pintu rumah, atau jendela agar tidak berhadapan langsung dengan matahari sehingga rumah sering merasa panas terutama dimusim kemarau panjang dan orang-orang yang ada didalamnya menjadi mudah emosi dan menyebabkan rumah tangga atau juga bisnis hancur. Fengshui bisa tidak sejalan dengan pola pikir Islam saat dia melakukan nomorisasi hari-hari dalam satu minggu yang dikalkulasikan sedemikian rupa dan merujukkan nomor-nomor tersebut pada hubungan sesama manusia (biasanya menyangkut pasangan hidup dan bisnis). Apabila hasil nomornya bagus maka hubungan bisa berjalan, sebaliknya hubungan segera diakhiri, perbuatan yang sama bisa kita lihat dalam sistem yang berlaku pada primbon masyarakat Jawa. Bahkan setiap hari, bulan dan tahun pada almanak dibuat sebagai permodelan ramal demi menentukan hari baik, bulan baik dan tahun baik untuk melakukan suatu perbuatan. Perlu ditekankan disini bahwa semuanya bukanlah hitung-hitungan matematika untung-rugi yang biasa dipraktekkan oleh para pengusaha dan manager modern namun tidak lebih dari takhayul orang-orang China dan orang-orang Jawa dimasa lalu sesuai kepercayaan dan tradisinya masing-masing. Bukankah al-Qur’an sudah berkata : Dan apabila diperintahkan kepada mereka : ‘ikutilah apa-apa yang diturunkan oleh Allah ! ‘ ; Mereka akan menjawab : ‘Kami hanya bermaksud mengikuti tradisi nenek moyang kami !’ ; Lalu apakah mereka mau mengikutinya sekalipun nenek moyang mereka tidak mengerti sesuatu dan tidaklah terpimpin dijalan yang benar ? ‘ - Qs. 2 al-Baqarah : 170 Sesungguhnya bilangan bulan-bulan disisi Allah ada dua belas bulan; tersebut dalam kitab Allah pada hari Dia menjadikan langit dan bumi. – Qs. 9 al-Bara’ah : 36 Tiada satu bencanapun yang menimpa di bumi maupun pada dirimu sendiri melainkan telah ditetapkan dalam kitab catatan sebelum Kami menciptakannya – Qs. 57 al-Hadiid : 22 Sungguh ! Kami sudah mengetahui orang-orang yang hidup sebelum kamu dan sungguh, Kami juga sudah mengetahui orang-orang yang akan hidup dimasa depan. – Qs. 15 al-Hijr : 24 Apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan telinga mereka tuli, penglihatan mereka buta – Qs. 47 Muhammad : 22-23 Islam tidak mengenal hari baik bulan baik atau juga sebaliknya, semua bulan adalah baik dan setiap tahun juga baik. Tidak ada pengkultusan waktu-waktu tertentu bagi seseorang untuk melakukan sebuah kegiatan. Jelek tidaknya nasib manusia tidak ditentukan oleh kapan dia memulai kegiatannya, namun lebih pada tindakannya sendiri yang kurang perhitungan dan mawas diri. Sebagai contoh, Islam tidak mengkeramatkan malam 17 Ramadhan yang dipercayai sejumlah ulama sebagai malam turunnya kitab suci al-Qur’an, Islam juga tidak mengkeramatkan hari 12 Rabiul Awal dimana Nabi Muhammad lahir dan meninggal dunia, semuanya adalah waktu yang berjalan sesuai kodratnya, sama sekali tidak ada yang perlu dihitung dan dikultuskan. Tidak ada paksaan didalam agama, telah jelas jalan yang benar dan jalan yang salah ; Karena itu, siapa yang mengingkari kesalahan dan beriman kepada Allah, sungguh dia telah berpegang kepada tali yang sangat teguh yang tidak ada putusnya. – Qs. 2 al-Baqarah : 256 Sedangkan meramal yang dilarang dalam ajaran Islam adalah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di masa lalu atau masa depan dengan menpergunakan ilmu – ilmu ghaib bantuan jin. “Imam Bukhari dan Muslim menriwayatkan dari Aisyah bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW tentang tukang ramal. Rasulullah Muhammad saw menjawab, “tukang ramal itu ‘tidak dianggap’.” Para sahabat bertanya lagi, “wahai Rasulullah, mereka terkadang meramal tentang kami dan benar.” Rasulullah menanggapi. “kalimat yang diucapkannya adalah dari kebenaran yang didengar oleh jin lalu dibisikan di telinga pengikutnya dengan dicampurin dengan seratus kebohongan.” (shahih muslim, hadist no 537) ‘dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang, dan kami telah menghiasi bagi orang-orang yang memandangnya. Dan kami menjaganya dari tiap-tiap syetan terkutuk, kecuali syetan yang mencuri yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS al-Hijr; 16-18) ‘Akan tetapi barangsiapa (diantara bangsa jin) yang mencuri-curi (pembicaraan, maka ia dikejar olah suluh api yang cemerlang.’ (QS; ash-Shaaffaat: 10) penjelasan Hadist dan Al Qur’an diatas menerangkan jenis ramalan yang didapatkan dengan bantuan jin. Jin itu naik kearah langit dan mendengarkan perkataan disana, lalu menberitahukan kepada teman-teman yang ada didekatnya dan selanjutnya diberitahukan ke telingan tukang ramal dengan tambahan – tambahan informasi bohong. Ketika islam dating dan Al Qur’an turun, langit dijaga ribuan malaikat untuk memanah para jin yang mencuri pembicaraan dilangit. Imam Ahmad dan Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari rasulullah Muhammad saw yang bersabda “barangsiapa yang mendatangin tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR Ahmad dan Hakim) Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari salah satu istri Nabi Muhammad SAW bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda “baranmgsiapa yang mendatangin tukang ramal, lalu bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (riwayat muslim, hadist nomor 2230) Kedua hadist itu menjelaskan ketentuan hokum islam bagi orang – orang mendatangin ramal lalu menbenarkan perkataan ramalannya, tidak untuk menakut-nakuti atau mendiskriminasikan profesi tertentu, melainkan tujuannya untuk menyelamatkan ummat manusia dari bersikap yang tidak disadari sesuatu yang masuk akal dan tidak berdiri diatas sesuatu yang kokoh, seperti anggapan bahwa angka 134 sebagai angkla kesialan atau hari-hari tertentu yang membawea sial. Namun berbeda dengan orang – orang yang dianggap “peramal” dengan melatih firasatnya menjadi tajam. Imam Raghib dalam kitabnya, adz-Dzari ila Makarimisy-Syariah mengatakan, “firasat adalah upaya mengetahui karakter, sifat, keutamaan dan kejelekan seseorang melalui bentuk rup;a, badan dan ucapannya. Firasat terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah sesuatu untuk mengetahui watak manusia dan keadaanya. Bagian kedua adalah mengetahui satu hal melalui alam, lalu dianalisis, selanjutnya melahirkan firasat tertentu. Barangsiapa yang terbiasa dalam menganalisa manusia dan alam, ia memiliki firasat yang kuat. NB: penulis pertama artikel ini adalah Armansyah berjudul Belajar Meramal, kemudian disempurnakan oleh Yoddy Hendrawan berjudul Persepsi Meramal
Yoddy Hendrawan & Hadi Prasetya Jl kelapa puan timur 2 nc 2 no 6. kelapa gading. Jakarta utara – DKI Jakarta. 14250. telp. 081519843440 - 08561122671 Layanan:
* Pengobatan Energy Sel & Aura Terfokus Untuk Penyakit Medis, Metafisik & Psikis * HypnoTherapy Untuk Masalah Kejiwaan & Mentalitas. * Pelatihan Energy Sel & Aura Secara Cepat Untuk Kesehatan. * Pemburu Hantu : Penetralisiran & Perlindungan Terhadap Tempat dari Bangsa Jin & Ilmu Hitam. * Program Khusus: Pelepasan & Pembersihan Tubuh Dari Ilmu – Ilmu Ghaib Sesat Serta Pembebasan Diri Dari Pesugihan. * Paket Hypnotherapy PLUS: Therapy Terpadu Body Energy & HypnoTherapy Untuk Penyakit Berat Selama 10 hari. * Paket Hypnotherapy NARKOBA: Therapy Terpadu Body Energy & HypnoTherapy Untuk Kecanduan NARKOBA Selama 14 hari.
|
| Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh!
Islamic Centre Lampung, april – mei 2002, pengajian rutin jama’ah tabligh. Amirnya seorang Pakistan yang biasa dipanggil syekh. Di tengah pembicaraan, dalam ceramahnya mengenai kesesatan, amir tersebut mengatakan ;“ … saya heran dengan orang Indonesia yang selalu menyalahgunakan ayat suci Al-Qur’an. Sebagai contoh; potongan ayat yang ditulis ke secarik kertas yang kemudian dibakar dan diminum oleh anak yang sakit perut,… ayat yang dituliskan di kertas kemudian ditempelkan di dinding, di bawah bantal dan lainnya untuk mengusir jin,… benarkah mukjizat yang diturunkan Allah kepada Rasul itu memang seperti itu kegunaannya?!”. Setelah diakhiri dengan pesan ;”… berhati – hatilah terhadap sesuatu yang dianggap baik tapi ternyata sesat!” sang amir menutup ceramahnya. Beberapa saat kemudian barulah nara sumber mendekati, menyapa, dan kemudian terlibat dialog sebagai berikut;
NS :”Amir, saya terkesan dengan pembicaraan amir tadi, mengenai orang Indonesia yang menyalahgunakan ayat suci Al-Qur’an.” Amir :”Yang mau ditanyakan yang mana?” NS :”Kebetulan saya sekarang sedang mengamalkan hal – hal yang (seperti) tadi untuk pengobatan.” Amir :”Jenis pengobatannya?” NS :”Segala macam penyakit.” Amir :”Sudah berapa lama buka praktek?” NS :”Kurang-lebih jalan lima bulan setengah.” Amir :”Sekarang gini, saya contohkan; kamu bisa menyembuhkan orang yang kesurupan dalam waktu satu menit atau lima menit, oke!... Sekarang pasien sehat. Kamu bangga. Tapi, ternyata kamu membanggakan kesesatan. Sesatnya di mana?!... kamu menyalahgunakan ayat Al-Qur’an. Memangnya ayat suci Al-Qur’an mengandung apa sehingga jin bisa terbakar? Apakah imam (Al-Qur’an) yang kita ikuti seperti itu? Jangan selalu menitikberatkan disitulah letak sucinya Al-Qur’an. Yang pada akhirnya jin merdeka. Merdekanya di mana?!... merdekanya dia telah bisa menyesatkan manusia, karna memang motto-nya (para jin), menyesatkan.” NS :”Kok, amir bisa berkata demikian, mengatakan sesat?” Amir :”Dalam hal (mengobati) itu, kamu mengkhususkan ayat – ayat tertentu kan?!” NS hanya menjawab dengan anggukan Amir :”Boleh saya tahu ayat – ayat apa saja yang kamu gunakan untuk pengobatan?” NS :”Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Fushilat, Al-Falaq, An-Naas, Al-Ikhlas, do’a Nurbuwah, dan sebagainya, saya ga bisa nyebutin semuanya karna waktu (sudah larut, sekitar setengah satu dini hari).” Amir :”Kenapa kamu mengkhususkan ayat – ayat tertentu? Kenapa tidak 30 Juz untuk mengobati sakit mata, keseleo, pegal-linu, orang buta, kesurupan?!” NS tidak menjawab (NS mengaku makin bingung).
Amir :”Coba kamu lihat terjemahan ayat suci Al-Qur’an yang kamu gunakan itu! Ada di situ? Yang menjelaskan; Hai, Jin! Pergilah kamu! Keseleo, hilanglah! Atau, sakit mata, ga usah sakit!”
NS terdiam, kemudian amir melanjutkan; :”Di situ (ayat – ayat Al-Qur’an) tidak lebih – lebih menjelaskan tentang sejarah, hukum, adab sesama manusia. Coba kamu buka Al-Qur’an! Ada firman Allah yang menyatakan bahwa; Al-Qur’an itu untuk di baca, untuk diamalkan, untuk diyakini menurut tuntunannya.” NS :”Kalau masalah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori, ada seorang sahabat yang mengobati sahabat lain yang tergigit kalla dengan surat Al-Fatihah, kemudian rasa sakitnya hilang. Setelah itu, ia menghadap Nabi dan menceritakan tentang hal itu, namun Nabi hanya diam.” Amir :”Kira – kira benar ga itu dari Rasul? Diamnya Rasul menyatakan apa?”
Karena nara sumber tidak menjawab dan sudah semakin larut amir menutup pembicaraan dengan memberi penegasan; :”Benarkah ayat suci Al-Qur’an itu diturunkan sebagai petunjuk yang digunakan untuk pengobatan? Itu tanyakan pada diri sendiri!”
Kemudian mereka berpamitan. Dan nara sumber mengatakan bahwa malam itu juga ia memutuskan untuk tidak lagi mempraktekkan hal yang sebelumnya dilakukannya.
Demikian, dialog singkat dari pengalaman Nara Sumber (shodri) dengan seorang amir berkebangsaan Pakistan. Sebelumnya, penulis juga beberapa kali mendapatkan dialog yang hampir sama, perbedaannya; yang terlibat dialog keduanya ‘orang lokal’, antara ‘ustadz’ dengan muridnya, dan antara ‘orang biasa’ dengan ‘orang biasa’. Mengapa dialog yang melibatkan orang ‘impor’ ini yang dipilih untuk dituliskan? Penulis menyadari ‘budaya’ orang kita terutama sekarang ini, yang mengambil hikmah dari salah satu sumber hikmah, yaitu; dialog antara sesama manusia, dengan melihat ‘kulit’ atau ‘sisi terluar’ atau ‘permukaan yang paling dangkal’ dari orang yang terlibat dalam dialog itu. Dan bukan mendengarkan dialognya.
Dan alasan mengapa, ketika berada dalam suatu pembicaraan (dialog, diskusi.dsb), masyarakat kita (umat islam Indonesia khususnya dalam konteks wacana ini) ‘melihat’ dulu dan bukannya ‘mendengar’, adalah karena budaya lain lagi, yaitu; imej budaya ‘hanya orang fisika yang bisa dan boleh berbicara masalah fisika’, ‘hanya orang politik yang boleh dan bisa berbicara politik’, ‘hanya orang kitab yang bisa dan boleh berbicara masalah kitab’, ‘hanya orang hadits yang bisa dan boleh berbicara soal hadits’. Nah, akan seluas dan seakurat apa gambaran kita tentang dunia bila kita membentuk komunitas sendiri dan membatasi diri dari komunitas lain?
(bayangkan akan sebodoh dan serugi apa kita bila tidak bisa dan tidak boleh membicarakan, dan mencari tahu tentang banyak hal? Padahal mencari tahu, untuk memperkaya data sebagai modal berfikir sangat dianjurkan, bahkan kewajiban bagi umat muslim. Coba lihat kembali pedoman (Al-Qur’an) kita, seberapa banyak ayat yang memuat kata, berfikir!)
Sekarang bahkan, adalagi imej baru yang berkembang dan lebih dahsyat, yaitu; ‘hanya orang bergamis, memelihara jenggot, bertutup kepala dan bergaul hanya dengan sesama mereka saja yang soleh’. Bayangkan kalau kita muslim yang beribadat dan mencari kebaikan dari Allah bertemurun hidup di antartika, berpakaian tipis, longgar, dan panjang hanya akan menyulitkan hidup kita, yang berarti menyulitkan hidup keluarga kita dan ligkungaan komunitas kita. Atau, seperti kebanyakan orang asia, kita tidak memiliki bulu yang bisa ditumbuhkan menjadi jenggot. Apakah karena itu kita kemudian dijauhi oleh komunitas ‘orang saleh’? dan karena itu kita tidak pernah jadi sebenarnya muslim? Apakah islam mempersulit? Tidak pernah! Agama, seperti tercantum dalam pedomannya (Al-Qur’an) mempermudah. Jadi yang mempersulit itu adalah orang – orangnya, mereka yang ‘ternobatkan’ ataupun ‘dinobatkan’ ataupun ‘menobatkan diri’ sebagai panutan, yaitu; orang – orang yang, (maaf) katanya, soleh dengan kriteria tadi.
Dan yang harus kita pahami adalah, semua imej tersebut ditanamkan!!! Dia tidak muncul dengan sendirinya dari ‘hati yang paling dalam’. Lainnya adalah, kemana arah imej – imej tersebut akan membentuk kita (umat islam Indonesia)? Satu hal yang sudah sangat terlihat adalah; umat kita berkembang ke arah; individu – individu yang tidak (pernah) mandiri dalam hal keagamaan. Mereka mengikuti begitu saja apa kata ‘ustadz’-nya, dan itu karena ustadznya fasih berbahasa arab, hafal 30 juz juga hadits sampai riwayat, kemudian berpenampilan seperti zaman Rasulullah, bertutur kata manis bersikap alim seperti, selalu berada pada rute yang sama; rumah, mesjid, pertemuan para ‘solihin’, pengajian, dan aktifitas yang berhubungan dengan semua yang berbau agama dan melabelkan aktifitasnya dengan agama.
Kenyataan banyak sekali memperlihatkan contoh mengenai ‘musang berbulu domba’ atau ‘hitam berselubung putih’, lihatlah banyak kasus soal wakil – wakil rakyat. Mereka mendapatkan kepercayaan dari rakyat, kepercayaan tidak mudah diberikan kecuali dengan peyakinan.Imej mereka tentulah ‘bersih’, ‘baik’ dan sebagainya sehingga mendapatkan kepercayaan kita dan mereka mempertahankan imej itu dalam waktu yang panjang, mulai dari meniti karir di kecamatan sampai tingkat nasional. Tapi lihat setelah di puncak, korupsi.
Pernah seorang teman diskusi berkata;”Kalau saya Yahudi atau Kristen, mudah merusak islam sekarang ini. Hafalin Qur’an dan Hadits, berpakaian seperti zaman Rasul, bergaul dan membatasi gaul hanya dengan orang – orang yang sepenampilan, dan mengikuti semua aktifitas serta kegiatan keagamaannya. Lalu bentuk pengajian dan sering ceramah. Dalam setahun, apalagi dengan dukungan dana kuat, minimal 2 kabupaten jadi ‘kader’ saya.” Betul juga, gumam saya, mengingat ketidak mandirian berfikir kebanyakan umat kita, dan karena kebanyakan sistem ‘peng-islaman orang islam’ dalam bentuk pengajian dan sebagainya tidak mengarahkan ke sana, yaitu, kepada kemandirian akal dan mental, dan mempermudah akses untuk memperkaya data sebagai modal berfikir sebelum menyimpulkan kemudian mengaplikasikannya. Akan tetapi, lihatlah, ‘kelebihan’ (kebanyakan) umat kita adalah dalam hal ego dan emosi. Malah, diperparah dengan pembatasan akses untuk memperoleh banyak masukan melalui peng-‘eksklusifan diri’ membentuk komunitas sendiri dan memperlihatkan perbedaan yang mencolok yang kaku terhadap fluktuasi kondisi zaman.
Agama, gencar di mana – mana dan terorganisir, di tanamkan melalui semua media (radio, TV, dakwah, pangajian, pengobatan, dan segala rupa bentuk kegiatan lainnya) dengan sistem; “ini nih, begini! Jadi, ya harus begini. Kalo ga begini, maka kamu akan jadi begitu, dan kamu bukan golongan kami.” Itu, ditanamkan tanpa penjelasan yang bisa diterima oleh beragam cara penerimaan. Pada akhirnya pendakwah hanya akan mengarahkan umat kepada pemahaman pendakwah tersebut, yang nyata – nyata menjadi sangat sulit dikarenakan keragaman cara penerimaan tadi, sehingga umat terkondisikan untuk mengikuti saja apa kata ustadz. Allah yang memberi kita fasilitas untuk berfikir, menjadi khalifah dan menyediakan begitu banyak hal untuk kita fikirkan, tapi kita malah memilih, atau dikondisikan, untuk tidak menggunakan fasilitas yang diberi Allah, dan memilih untuk menjadi ‘domba’ serta membatasi diri dengan mengambil sedikit hal yang dapat dimengerti dan memisahkan sisa yang sedemikian banyaknya ke dalam kategori ‘ghaib’.
(yang kemudian kategori tersebut akan menjadi ‘tidak terjelaskan’, sehingga akhirnya ‘tidak dapat dibenarkan’, dan bertambahlah daftar hal yang ‘haram’. Padahal semua itu disediakan Allah, diciptakan oleh Allah dan tidaklah dengan sia – sia. Dan, letak kesalahannya hanya pada kita yang membatasi diri kita dari pengetahuan.)
Apakah itu tidak lain melainkan dzalim terhadap karunia dan ketetapan Allah?! Apakah tidak ada yang lebih kurang ajar lagi?!?! Dan apakah itu yang diharapkan Allah dari makhluk-Nya? Karna kalau demikian, Rasulullah tentu akan menyatakan dirinya; “Akulah gembala bagimu wahai umatku!”. Masya Allah, apa bedanya kita dengan kristiani? Umat yang selalu ‘kita’ kafir – kafirkan itu. Lalu untuk apa Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai mukjizat dalam pengertian; pedoman, yang tentu akan sesuai untuk siapa saja (ras, bangsa, budaya, bahasa, tingkat pendidikan, sosial, ekonomi, dlsb.), untuk kapan saja (selalu sesuai untuk semua zaman; fleksibel), dan untuk dimana saja.
Kembali kepada apa kata teman diskusi saya di atas tadi, kemudahan merusak islam dari dalam, yaitu; umatnya. Tidak hanya menjadi senjata bagi mereka yang dianggap musuh islam, tetapi juga oleh kepentingan – kepentingan egois umat islam itu sendiri. Yang mungkin, menurut mereka, bertujuan untuk menghadirkan kebaikan yang besar, kejayaan bagi agama dan umatnya. Akan tetapi, kelalaian, dikarenakan kurangnya wawasan akibat ‘kurang gaul’ atau ketidakluwesan berkondisi dengan lingkungan dan zaman, menghasilkan kebijakan yang menyebabkan lebih banyak kerusakan dalam mewujudkan tujuannya. Mari kita nilai bersama; akankah baik sebuah tujuan untuk kebaikan yang ditempuh dengan cara yang mengakibatkan kerusakan?
Hanya Allah yang mampu berbuat seperti itu,… emangnya siapa kita??? Hanya Allah yang berhak menilai dan menentukan siapa digolongan mana. Sedang kita baru mengetahui diri sendiri tidak lebih dari 2% -nya saja. Apalagi soal soleh tidaknya seseorang, itu hak Allah! Jangan sampai jadi fir’aun!
Wallaahu ‘alam bisshawab.
Duri, 29-09-05 - Rachmad Ramdhani
|
| BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
--------------------------------------------------------------------------------
If there is a day, There Must Be a night
If there is a black, there must be a white
If there is a mistakes, there must be forgiveness
Mata kadang salah melihat....
Mulut kadang salah berucap....
Hati kadang salah menduga.....
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....
===== Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======
--------------------------------------------------------------------------------
MARHABAN YAA RAMADHAN
Assalaamu'alaikum wr.wb..
Marhaban ya Ramadhan, Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,
Sungguh cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan. Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan
Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami, harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.
Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir, Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang, saya mohon maaf lahir dan bathin....
Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa Ramadhan Ya Rabb, berkahi kami pada bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, Aminn.
" Do'a Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri; * Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1426 H
SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL, AAMIN.
Wassalamu'alaikum Wr Wb,
Mbah Jambrong |
| "Ibnu Taimiyyah yang menyatakan:"Tidak ada para imam kaum muslimin yang mengingkari masuknya jin kedalam tubuh orang kesurupan.barang siapa mengingkari hal itu dan mengaku bahwa syara' mendustai hal kejadian itu,maka ia telah berdusta terhadap syara',tidak ada dalil syar'i yang menafikan hal itu."Allah SWt berfirman,"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantara penyakit gila (QS.Al- baqarah:275).Rasulullah saw bersabda"Sesungguhnya setan menjalar dalam tubuh bani adam seperti menjalarnya darah dalam tubuhnya."(HR.al-Bukhari Muslim)" pendapat Ibnu taimiyyah ini bertentangan dengan Al qur'an kalau kata "syetan" itu diartikan jin sedangkan syetan itu sifat atau perilaku manusia yang jelas berada di dalam tubuh manusia "menjalar dalam tubuh bani adam seperti menjalarnya darah dalam tubuhnya", jadi sangat wajar Allah di QS.Al-Baqarah:275 mengatakan Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantara penyakit gila Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantara penyakit gila. QS. An Nas : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. [2] Raja manusia. [3] Sembahan manusia. [4] dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, [5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. [6] dari (golongan) jin dan manusia. Al - Anam 112 : "Dan demikian kami jadikan bagi tiap tiap Nabi itu musuh ( berupa ) setan setan ( dari ) manusia dan jin , sebahagian mereka membisikan kepada sebahagian yang lain perkataan yang indah indah sebagai tipuan . Dan kalau Tuhan mu menghendaki tentulah mereka tidak akan memperbuatnya , sebab itu tinggalkanlah mereka bersama apa - apa yang mereka ada - adakan . " Kita pun bisa menjadi syaitan yang berwujud manusia apabila melakukan kejahatan kejahatan , malah sering terjadi mungkin kejahatan manusia jauh lebih jahat dari iblis. JADI QS.Al-Baqarah:275 DAN HADIST DIATAS AMAT SANGAT LEMAH BILA DIJADIKAN LANDASAN SYARIAH BAHWA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantara penyakit gila Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan dan setan menjalar dalam tubuh bani adam seperti menjalarnya darah dalam tubuhnya ITU ADALAH JIN. INILAH SALAH SATU BUKTI BAHWA LANDASAN SYARIAH RUQYAH ITU AMAT SANGAT LEMAH TERNYATA DEFINISI - DEFINISI HUJJAH - HUJJAH RUQYAH MENGENAI KERASUKAN JIN BERTENTANGAN DENGAN DEFINISI - DEFINISI AL QUR'AN. MASIHKAN PARA PERUQYAH MENGGEMBAR - GEMBORKAN RUQYAH SYARIYAH SEBAGAI PENGOBATAN SESUAI SYARIAH ISLAM DAN PENGOBATAN - PENGOBATAN GANGGUAN JIN DAN SIHIR LAINNYA SESAT DAN SYRIK!!!!
Ditulis & disebarluaskan: Yoddy Hendrawan 081319240442 kumaraqulmi@gmail.com
|
| Ruqyah , Tamimah dan Tiwalah adalah syirik
Bismilaahir rahmaanir rahiim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita .
Saudara saudara ku seluruh umat muslimin dan muslimat , seiring dengan gencarnya promosi Ruqyah dimana mana , kita harus mengetahui secara penuh apa itu Ruqyah . Ibnu Mas’ud menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : " إن الرقى والتمائم والتولة شرك " رواه أحمد وأبو داود. “Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah syirik.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud )
TAMIMAH adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al Qur’an, sebagian ulama salaf memberikan keringanan dalam hal ini ; dan sebagian yang lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, diantaranya Ibnu Mas’ud RUQYAH yaitu : yang disebut juga dengan istilah Ajimat. Ini tidak diperbolehkan karena menjurus kearah hal hal yang syirik, karena Rasulullah SAW telah mencontohkan mendoakan pada orang sakit tanpa menjampi jampi nya dan itu hanya sekedar mendoakan , sisanya ikhtiar . A’isyah r.a berkata : Biasa Nabi SAW jika menjenguk orang sakit atau didatangi orang sakit mendo’akan : Hilangkan bahaya , ya Tuhannya manusia , sembuhkanlah , hanya engkau yang dapat menyembuhkan , tiada kesembuhan kecuali daripadamu , sembuh yang tidak dihinggapi penyakit ( Bukhari , Muslim )
TIWALAH adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya. Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin zubair berkata :
“Barang siapa yang memotong tamimah dari seseorang maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”
Dan waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakho’i) berkata : “mereka ( para sahabat ) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat ayat Al Qur’an maupun bukan dari ayat ayat Al Qur’an.”
Apabila kita bercermin pada hal tersebut , maka sudah jelas bahwa Rasulullah SAW melarang kita melakukan Ruqyah , Tamimah dan Tiwalah karena itu adalah perbuatan syirik . Pelaksanaan dari Ruqyah itu sendiri adalah dengan menjampi jampi seseorang yang sakit baik itu penyakit psikis maupun penyakit fisik . Jampi dan mantera mantera tersebut menggunakan ayat ayat Al qur’an atau menggunakan bahasa arab . Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pada Zaman Jahilyah banyak sekali orang mempelajari sihir dan mempraktekkannya , caranya adalah dengan menggunakan berbagai macam bacaan bacaan atau jampi jampi yang disesuaikan dengan suku bangsa itu sendiri misalnya orang sunda akan menggunakan bahasa sunda kuno untuk mantera sihirnya , orang arab akan menggunakan bahasa arab ketika menjampi jampi kan sihirnya . Untuk mengubah pola semacam begitu , Rasulullah SAW tidak melakukannya secara frontal atau langsung , tetapi dengan cara yang halus dan perlahan lahan untuk menghindari perpecahan pada umat islam . Allah SWT ber Firman dalam QS. Al-Baqarah 102 :
[102] Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
2.
QS. Al-Falaq :
[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, [2] dari kejahatan makhluk-Nya, [3] dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, [4] dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, [5] dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".
Di dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa pengerjaan sihir adalah menggunakan bacaan bacaan tertentu sebagai ritualnya , , dan di ayat selanjutnya sihir banyak pula dilakukan oleh kaum wanita dengan teknis yang sama yaitu menjampi dan menghembus pada buhul buhul . Biasanya sihir diikuti dengan berbagai macam syarat , agar manteranya ampuh . Kejahatan yang dilakukan oleh para tukang sihir sebagaimana dan dilakukan oleh syaitan syaitan , disebut syaitan karena sifat kejahatannya itu sendiri . Kita ketahui pula bahwa yang namanya syaitan itu adalah sifat , bisa Jin dan bisa pula Manusia. Allah SWT berfirman dalam QS. An Nas :
3. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. [2] Raja manusia. [3] Sembahan manusia. [4] dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, [5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. [6] dari (golongan) jin dan manusia.
Kita pun bisa menjadi syaitan yang berwujud manusia apabila melakukan kejahatan kejahatan , malah sering terjadi mungkin kejahatan manusia jauh lebih jahat dari iblis. Apabila kita melihat dari ayat ayat tersebut diatas , adalah wajar Rasulullah SAW melarang kita melakukan Ruqyah karena , apa bedanya kita dengan tukang tukang sihir yang melakukan jampi jampi , hanya jampinya dirubah dengan menggunakan ayat ayat Al Qur’an atau dengan bahasa arab . Al Qur’an bukanlah kumpulan mantera mantera , tapi adalah petunjuk bagi kaum yang berpikir . Allah SWT berfirman dalam QS. Ya Sin 62 :
[62] Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Pola penyesatan syaitan amatlah sangat halus , terkadang sorga menjadi seperti neraka dan neraka seperti sorga , terlihatnya baik padahal belum tentu . Hal seperti inilah yang harus kita waspadai , karena syaitan itu bisa berkedok apa saja , bahkan bisa berkedok ulama. Kebanyakan masyarakat kita sangat mudah terpengaruh oleh penampilan , asalkan bahasa arab fasih , memakai gamis atau baju koko , pasang janggut tanpa kumis , kening hitam , langsung dipercaya , padahal belum tentu , karena hanya Allah SWT lah yang mengetahui persis bagaimana sebenarnya dibalik penampilan keren itu . Selaku umat islam yang mau berpikir , sebaiknya berhati hati , janganlah terpengaruh oleh penjampi penjampi berkedok agama . Apabila kita melihat dari sejarah , telah dibuktikan bahwa metoda Ruqyah itu sama sekali tidak efektif . Maka oleh sebab itu seorang Cendekiawan Muslim bernama Ibnu Sina , merancang kedokteran yang merupakan metoda amat sangat ilmiah , untuk mengobati orang sakit secara nyata dan dapat dipertanggungjawabkan . Tidak perlu seseorang itu disiksa dengan pukulan pukulan , lalu dibiarkan menggelepar gelepar , di jampi jampi , tanpa mengerti bahwa sebenarnya orang itu stress bukan kesurupan , bahkan pernah kejadian orang yang mengalami schizophrenia dikatakan mengalami bisikan gaib dari Jin , sehingga tambah stress . Ini berbahaya , karena metoda Ruqyah mengajarkan orang untuk tidak berpikir , dan mengajarkan pula lari kearah mistis . Mungkin karena menjampi itu lebih mudah daripada berpikir , dan lebih mudah pula daripada menganalisa secara objektif , dimunculkanlah Ruqyah ini . Mudah sekali , tinggal menghapal beberapa ayat untuk dijadikan Jampi atau Mantera , rubah penampilan , pasang tarif administrasi , jadilah pe – Ruqyah . Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah 164 :
[164] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Allah SWT di ayat tersebut jelas sekali menyuruh kita untuk berpikir , dan terdapat puluhan ayat lagi yang menyuruh kita berpikir , tidak ada satupun ayat di Al Qur’an menyuruh kita untuk menjampi jampi . Maka oleh sebab itu , marilah , sebagai umat muslim sejati , sebaiknya pandai memilah milih , mana yang haq , dan mana yang bathil , karena perbedaannya sangat tipis sekali . Sejarah menggambarkan Zaman Keemasan Islam yang sangat luar biasa , sebagaimana terbukti , ilmu pengetahuan banyak sekali dimunculkan dari Dunia Islam , contohnya Al Jabar atau ilmu hitung , Kimia atau chemistry , bahkan kedokteran yang dikembangkan oleh Ibnu Sina , tiga contoh itu membuktikan bahwa seharusnya umat Islam harus lebih pandai berpikir dan menganalisa , bukannya Japa Mantera yang dirubah pakai bahasa Arab . Melihat perkembangan sekarang , adalah wajar umat Islam semakin mundur , karena dengan semakin berkembangnya Ruqyah , masyarakat Islam akan semakin jauh dari berpikir , bahkan sering sekali Ruqyah dijadikan pembenaran untuk kesalahan yang dilakukan , contohnya : 1. Ada seorang suami yang melakukan penyelewengan , tapi sudah bosan dengan simpanannya , dan kebetulan anak istrinya sudah membongkar penyelewengannya itu , untuk menghindari perceraian dengan istri tuanya sang suami bilang saja dia melakukan itu tanpa disadari atau seperti tidak bisa mengontrol diri , otomatis kecurigaan akan mengarah kepada sihir dalam bentuk guna guna pengasihan, dibawalah sang suami pada seorang pe Ruqyah , ketika di Ruqyah sang suami pura pura ngamuk seolah olah di tubuhnya ada Jin , toh pe Ruqyah tidak bisa membedakan , setelah pura pura sembuh karena tadinya tidak apa apa juga , akhirnya selamatlah perkawinannya karena sang istri memaklumi bahwa suaminya kena pellet , juga anak anaknya memaklumi , dan sang simpanan bisa di depak jauh jauh . 2. Ada seorang anak muda karena cintanya ditolak akhirnya dia jadi stress , dan menderita schizophrenia . Penderita gangguan kejiwaan ini akan merasa seperti ada yang membisiki , dan datanglah pada seorang yang katanya pe Ruqyah . Mendengar keluhan tersebut sang pe Ruqyah karena tidak bisa membedakan penyakit dari Jin atau gangguan kejiwaan , langsung muncul vonis bahwa itu diganggu Jin , maka di Ruqyahlah anak muda itu . Berhubung orang yang mengalami gangguan jiwa seperti ini mudah sekali tersugesti , menggelepar geleparlah dia sampai lama , dan terdiam setelah kelelahan . Karena sugesti tersebut , anak muda itu merasa ringan untuk sementara . Tapi keesokan harinya , begitu lagi dan begitu lagi , akhirnya dibawalah ke RS Jiwa , di terapi selama dua bulan , Alhamdulillah atas Izin Allah SWT anak muda tersebut sembuh . 3. Ada seorang penderita psikosomatis yang selalu merasa tidak enak badan akibat stress , selalu mengeluh ini dan itu , setelah di check laboratorium semuanya normal , karena memang normal , rasa sakit itu muncul dari stress itu sendiri , jadinya segala kerasa . Dia jadi curiga itu karena guna guna karena dia tidak suka ketika dokter bilang bahwa sakitnya itu karena psikis atau stress , itu menunjukan bahwa dia lemah dan itu tidak disukainya . Ketika datang pada pe Ruqyah langsung di vonis terkena sihir berupa guna guna katanya , nah inilah jawaban yang dikehendakinya .Akhirnya di Ruqyah lah dia , tapi setelah puluhan kali di jampi jampi pakai bahasa arab tak kunjung sembuh , karena memang tidak ada guna guna , tapi sang pe Ruqyah bilang Jin nya sangat kuat sekali dan dia kesulitan mengeluarkannya , dan itu memang jawaban paling aman untuk menutupi ketidakmampuan . Kembalilah dia pada seorang psikiater , setelah diberi obat , seminggu kemudian badannya membaik , atas Izin Allah SWT .
Inilah tiga contoh dimana sebetulnya Ruqyah itu sama sekali tidak efektif , hanya memainkan sugesti dan sugesti , juga membuat kita semakin jauh dari berpikir . Janganlah kita menilai sesuatu berdasarkan angan angan , sebagaimana Firman Allah dalam QS. An Nisa 120 – 123 : [120] Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. [121] Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat lari daripadanya. [122] Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? [123] (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
Ayat di atas menjelaskan bahwa kita harus selalu berpikir objektif dan tidak berangan angan kosong . Apapun yang datang dari Allah SWT , harus kita kaji secara mendalam agar kita menjadi umat Islam yang cerdas , kuat secara iman , dan berpikiran maju .
Bagi yang mampu berpikir , berpikirlah .
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Semoga bermanfaat .
|
| Pendidikan Formal, Perlukah?
Oleh: Audifax
...but the book always burn and the story take it’s turn and leaves a broken man.
--dikutip dari lagu “So Fine” – Guns N’Roses--
Pendidikan formal seolah menjadi mitos bagi kesuksesan karir. Selepas SMU, banyak orang berusaha melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, apa yang mereka peroleh di perguruan tinggi ?. Mereka dicetak untuk menjadi makhluk yang hanya bergulat mengejar angka dan diperlakukan tak lebih dari sekedar angka. Selepas mereka mendapatkan gelar sarjana dan menjalani ritual wisuda, ternyata mereka masih menghadapi permasalahan ketidaksiapan memasuki dunia kerja. Sebuah dunia di mana realita mengambil alih semua teori yang pernah diajarkan.
Ivan Illich mengatakan bahwa sekolah dengan segala sistem dan keteraturan yang diciptakan di dalamnya, membuat kita tidak mampu membedakan proses dari substansi. Begitu kedua hal ini –proses dan substansi—dicampuradukkan, muncul logika baru: semakin banyak pengajaran semakin baik hasilnya; atau, menambah materi pengetahuan akan menjamin keberhasilan. Akibatnya, murid menyamakan begitu saja pengajaran dengan belajar, naik kelas dengan pendidikan, ijazah dengan kemampuan, dan kefasihan berceloteh dengan kemampuan mengungkapkan sesuatu yang baru. Kita dibiasakan untuk menerima pelayanan, bukannya nilai.
Ketidakmampuan membedakan antara proses dan substansi membuat banyak mahasiswa kehilangan kepekaan atau daya kritis terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak ada kejelian untuk melihat ketidakberesan pada suatu fenomena atau keberanian untuk mengatakan pemikiran yang berbeda dari apa yang telah ditetapkan sebagai kebenaran oleh pemegang otoritas. Mahasiswa diajar hanya untuk menerima suatu hasil tapi bukan berproses untuk memperoleh suatu hasil, mendengar tapi bukan memahami, mengingat tapi bukan menerapkan. Itulah yang membuat begitu banyak mahasiswa yang kesulitan ketika mengerjakan skripsi, karena mereka mengalami kesulitan mengintegrasikan “apa yang telah dipelajari” untuk kemudian diterapkan dalam pembuatan skripsinya. Ini sejalan dengan keluhan dari perusahaan-perusahaan yang melihat bahwa begitu banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap pakai di dunia kerja. Di perguruan tinggi, mahasiswa diajar bahwa kegiatan belajar yang bernilai adalah hasil kehadiran di sekolah; bahwa nilai belajar meningkat bersamaan dengan jumlah masukan; dan akhirnya bahwa nilai ini dapat diukur dan didokumentasikan oleh angka dalam KHS dan sertifikat kelulusan. Pengalihan tanggung jawab dari diri manusia ke lembaga ini menunjukkan adanya kemunduran sosial, terutama kalau hal ini diterima sebagai sebuah kewajiban.
Nilai-nilai yang telah dilembagakan serta ditanamkan dalam diri mahasiswa merupakan nilai yang sifatnya kuantitatif. Perguruan tinggi mereduksi predikat ‘maha’-siswa dan segala kebernilaian sebagai manusia ke dalam angka-angka; dan mahasiswa pun mendapat perlakuan tak lebih dari angka-angka. Mahasiswa dengan IPK yang rendah akan dikonstruksi memiliki kebernilaian yang lebih rendah dibanding mahasiswa yang lebih tinggi IPK-nya. Padahal kebernilaian hidup serta perkembangan pribadi seseorang tidak dapat direduksi begitu saja dalam angka. Kehadiran, bukan kebernilaian Di bawah pengawasan dosen yang penuh kuasa, beberapa tatanan nilai dilebur menjadi satu. Pembedaan antara moralitas, legalitas, dan harga diri menjadi absurd dan perlahan lenyap. Aturan absensi yang mengharuskan murid hadir di kelas menyebabkan kelas menjadi rahim magis. Dari rahim inilah secara periodik anak dilahirkan setelah menyelesaikan kehadirannya di kelas.
Dosen pun menempatkan diri sebagai mesias yang menggembalakan mahasiswa dalam ritual kepatuhan yang tidak bisa dilanggar. Mahasiswa hanya berkembang sebatas memenuhi tolok ukur dan berada dalam batasan yang dikehendaki. Mengabaikan begitu saja pengalaman-pengalaman berharga yang dialami dalam hidup yang tidak bisa dikuantifikasi. Bagi sekolah, apa yang tidak bisa diukur menjadi hal yang tidak penting untuk diperhitungkan. Kreativitas menjadi sebatas jargon, karena pada faktanya kita hanya diajar untuk menghargai hal yang telah dikerjakan atau yang menurut ukuran para pendidik bisa dikerjakan. Ideologi ini disebarkan di ruang-ruang perkuliahan melalui penaklukan moral dan intelektual, serupa dengan penjelasan Antonio Gramsci mengenai hegemoni.Pembentukan opini publik, yang dalam hal ini segenap sivitas akademika merupakan hal yang sentral dalam prinsip hegemoni. Dosen maupun kepala jurusan, menjadi institusi-institusi yang berperan luas dalam menyebarkan hegemoni ideologi. Prinsip hegemoni, dengan demikian, dibangun di atas sebuah landasan yang terbentuk antara kelompok berkuasa dan kelompok yang dikuasai.
Seorang rekan saya di Fakultas Psikologi dari sebuah Universitas Swasta Ternama di Surabaya, mengatakan pada saya bahwa dirinya dan sejumlah mahasiswa merasa dimanfaatkan oleh fakultas ketika wakil dekan meminta mereka untuk lulus cepat agar Fakultas tersebut memenuhi target jumlah mahasiswa cum laude. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa sebenarnya sudah direduksi hanya menjadi sekedar angka-angka dan ritual kuliah sudah menjadi alat bagi pihak pemegang otoritas untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Ruang-ruang untuk tumbuh dengan berdasar kesadaran diri telah tercerabut demi kepentingan-kepentingan penguasa.
Sekolah: sebuah ritual pemasaran
Ritual penyelenggaraan sekolah itu sendiri merupakan suatu kurikulum terselubung. Bahkan guru-guru terbaik sekalipun tidak melindungi muridnya dari kenyataan ini. Sekolah adalah sebuah arena permainan yang menyaring melalui tatanan, selanjutnya hanya orang-orang yang pada tahap sebelumnya dari permainan ini telah terbukti tidak menimbulkan resiko bagi sistem yang telah mapan, yang akan mampu bertahan. Pada akhirnya, hasil kurikulum adalah sebundel makna yang telah direncanakan, sepaket nilai, suatu komoditas. Ini dipakai sebagai dasar untuk membenarkan besarnya biaya produksi kurikulum. Mahasiswa sebagai konsumen diajar untuk menyesuaikan keinginan mereka dengan nilai yang dapat dipasarkan. Maka mereka dikondisikan untuk merasa bersalah jika tidak berperilaku sebagaimana diprediksi oleh penelitian konsumen dengan memperoleh angka rapor dan sertifikat yang akan menempatkan mereka pada kategori pekerjaan yang telah diramalkan untuk mereka. Mahasiswa hanya mengejar angka (kuantitas) dan bukan kualitas. Lulus cepat, IPK tinggi, atau predikat yang marketable seperti : cum laude, summa cum laude. Demikian pula pihak sekolah, mereka hanya mengejar angka kelulusan karena pencapaian target jumlah kelulusan dalam angka tertentu akan memberi kontribusi bagi akreditasi, legitimasi yang menjadi ukuran seberapa marketable produk pendidikan yang dihasilkan.
Saya pribadi prihatin ketika seorang dosen dari perguruan tinggi swasta ternama di Surabaya—yang selain mengajar kebetulan juga menjabat dekan!—dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya membimbing skripsi dari 67 mahasiswa. Pertanyaan yang timbul, seberapa ukuran kualitas dari mahasiswa tersebut dapat dipertanggungjawabkan? Seberapa penelitian skripsinya memang benar-benar bermanfaat dan bukan hanya sekedar ritual kelulusan?
Fenomena ini menjawab pertanyaan mengapa lulusan S-1 cenderung tidak siap pakai di dunia kerja. Ini karena mereka sama sekali tidak pernah belajar meningkatkan kualitas. Di masa perkuliahan mereka tidak lebih dari sekedar entitas yang terjebak dalam angka. Ketika terjun di masyarakat pun mereka hanya mengejar kategori-kategori pekerjaan yang dapat mengembalikan angka yang telah dikeluarkan olehnya semasa sekolah. Ketika untuk waktu yang lama dia gagal menemukan sebuah tempat kerja yang setimpal dengan angka yang dikeluarkan untuk pendidikan fornalnya, maka situasi ini akan membawanya pada suatu depresi berat
Refleksi
Perguruan Tinggi tak ubahnya sebuah arena perjudian. Kesempatan-kesempatan boleh jadi sangat tipis, namun setiap pemain menembak untuk hadiah yang sama. Pada kondisi ini, layaknya dunia judi, orang yang lebih menguasai modal yang pada akhirnya menang. Sementara di sisi lain, penyelenggara pendidikan memancing naluri berjudi, dengan mengiklankan janji-janji tanpa menyebutkan rintangan-rintangan seraya menutupi kebusukan serta kelemahan institusinya. Ketika individu masuk menjadi warga civitas akademika di sebuah perguruan tinggi, maka mulailah mereka terjebak dalam arus keseharian yang mematikan esensinya sebagai manusia. Mereka hanya menjadi angka dan tak lebih dari angka.
Hanya kesadaran untuk menegakkan kendali manusia atas lingkungannya yang mampu merubah keadaan ini.Kemampuan membedakan antara real-value dan pseudo-value yang ditawarkan oleh para pendidik adalah hal yang penting. Esensi pendidikan mestinya diletakkan di atas pondasi kebutuhan naluriah manusia yang selalu ingin mengetahui dan berusaha lebih baik melalui suatu perolehanpengetahuan.
____________________________________________________ * Peneliti; Institut Ilmu Sosial Alternatif (IISA) – Surabaya
|
| Rasul tidak mengajarkan tenaga dalam, sebagaimana Rasul juga tidak mengajarkan pergi haji menggunakan pesawat, mengalengkan daging kurban menjadi kornet, memasak menggunakan gelombang mikro (microwave oven), merekayasa hujan dengan menebar garam kristal di udara, dll.
Seharusnya anda paham, bahwa dalam fiqih Islam, masalah dibagi 2.Masalah ritual, dan masalah muamalah.
Untuk masalah ritual, hukumnya jelas :
semuanya haram (bid'ah), kecuali ada tuntunan dari Allah & RasulNya
Untuk masalah muamalah, hukumnya juga jelas :
semuanya mubah, kecuali ada tuntunan (keterangan lain) dari Allah & RasulNya.
Masalah ritual hanya akan jatuh menjadi 3 kategori : wajib, sunnah, bid'ah.
Masalah muamalah hanya akan jatuh menjadi 6 kategori : wajib, sunnah, halal, mubah, makruh, haram.
Silat, beladiri, teknik tempur, senjata perang, tenaga dalam, tenaga metafisik, dll, semuanya bukanlah perkara ritual.Itu perkara muamalah.Jadi berdasar hukum fiqih, dasarnya mubah.Kecuali, ada keterangan lain.
Adakah keterangan lain?
Ada.Yaitu larangan menggunakan jin.Pelakunya disebut tukang sihir, dan digolongkan pelaku pelanggaran besar.
Di luar itu?
Tidak ada.
Jadi, sebetulnya itu (tenaga dalam & metafisik aura tubuh) digolongkan "mubah".
Bukan "halal", tapi "mubah" (halal = mubah + sertifikasi thayyib/dianggap membawa kebaikan dari Rasul).
Sama seperti komputer yg anda pakai.Itu tidak ada tuntunannya dari Rasul.Tapi itu muamalah.Jadi kategorinya "mubah".Tidak dilarang, tapi juga Rasul tidak pernah menyatakan alat ini baik.Oleh karena itu, bukan "halal", tapi "mubah".Demikian.
Coba pikirkan sendiri.Seandainya anda bisa saya bawa ke zaman beberapa ratus tahun yg lalu, dan anda saya bekali pemahaman, ditambah oven microwave untuk memasak, serta generator pembuat listrik.
Tantangannya untuk anda, saya minta anda untuk membuktikan, sekaligus meyakinkan masyarakat awam dan seluruh ulama di zaman itu, untuk yakin & percaya pada anda, bahwa memasak makanan tanpa api (secara ajaib) bukanlah sihir.Dan saya minta anda untuk membuat mereka terbiasa, dan menggunakan metode itu untuk memasak.
Kira-kira, mudahkah melakukan hal semacam itu?
Jujur saja, kalau anda saya kirim ke Inggris abad 18, saya hampir yakin bahwa anda akan dibakar hidup2 terlebih dahulu oleh inkuisisi (sama seperti nasib orang2 yg berani mengatakan bahwa bumi berbentuk bulat), sebelum saya jemput anda kembali ke zaman ini......hahaha..........
Intinya, belajarlah berpikiran terbuka, karena pemikiran & penafsiran terus & terus berkembang.Agama Allah sebetulnya sudah melingkupi semuanya, selama mindsetnya benar.
Tapi kalau tidak?
Yaah, tidak ingatkah anda, kita semua pernah mengalami masa di mana memakai jas,kemeja, & dasi disebut "haram", karena dikategorikan menyerupai orang kafir? (tidak usah marah bagi yg merasa dari NU......
Terus belajar & berpikir.Itu yg Allah inginkan dari kita.
"Iqra....."
"Afala tafakkaruun......."
Wassalamu'alaikum wr wb |
| Dear All Sekedar berbagi info ttg amat sangat sukarnya memperbaiki Kondisi bangsa Indonesia sekarang. Tapi khan ini bukan tanda bahwa kita langsung pesimis untuk memperbaiki kondisi bangsa kita yang lagi semrawut alias butuh batuan generasi mudanya untuk memperbaiki. So...silahkan menikmati.. From: Muhammad Date: Aug 9, 2005 9:00 PM
Subject: [kupluxklan] kisah jin
Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.
Penasaran..., si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi
Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha.
"Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.
Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, "Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri saya Indonesia ini,
pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya,
kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan,
ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."
Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru,
"Tuan, tolong botolnya ditutup kembali!!."
|
| To: mayapadaprana@yahoogroups.com, paranormalindonesia@yahoogroups.com, "ruqyah" , vincentliong@yahoogroups.com, feby@sanbe-farma.com, cakramurti@yahoogroups.com, panah_kalacakra@yahoogroups.com From: "organics semesta" Add to Address Book Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more Date: Sun, 31 Jul 2005 16:16:43 +0700 (ICT) Subject: [Paranormal] misi politis di balik ruqyah
saya mengirim sebuah artikel yang mengebahas boomingnya metoda pengobatan Ruqyah melalui media massa, sinetron dan praktek - prakteknya dalam waktu singkat ternyata semua itu ada motif politis tertentu. silahkan teman - teman analisa lebih teliti dan dalam lagi, oke!
Misi politis dibalik Ruqyah
Assalamualaikum Wr. Wb.
Seiring dengan maraknya Ruqyah dimana mana, kita seharusnya mewaspadai adanya misi lain dibalik itu . Beberapa analisa yang seharusnya kita pikirkan lebih mendalam yaitu : Pertama, para peruqyah tergabung dalam suatu partai politik dalam hal ini Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ). Kedua, Partai Keadilan Sejahtera memiliki beladiri partai bernama Thifan Po Khan yang di klaim tidak mengandung unsur jin meskipun mempelajari Tenaga Dalam dengan istilah Dhat Ketiga, Memvonis semua perguruan yang mempelajari Tenaga Dalam pasti dibantu Jin atau mengandung unsur Jin di dalamnya Keempat, Apabila ada perguruan Tenaga Dalam atau senam pernapasan selain Thifan Po Khan di Ruqyah tidak ada reaksi maka disebutkan Jinnya kuat dan tidak ikhlas untuk dikeluarkan Jinnya Kelima, Menggunakan dalil - dalil yang diragukan dan tidak nyambung dengan keadaan sebenarnya. Keenam, Tidak mau bertabayun atau saling konfirmasi dengan perguruan lain dan tidak mau mendengar penjelasan di luar sistem atau kelompok mereka Ketujuh, Semakin maraknya fenomena Ruqyah dimana mana termasuk sinetron sinetron di televisi swasta yang mempropagandakan Ruqyah sebagai sarana mengusir Jin sedangkan cara lain salah dan hanya cara Ruqyah saja yang benar Kedelapan , Propaganda ruqyah di salah satu majalah yang dalam hal ini majalah Ghoib. Kesembilan, Penyerangan secara argumentasi di berbagai milis internet yang mengatakan Tenaga Dalam dan senam pernapasan itu sesat tetapi penulisnya menyembunyikan identitasnya dan selalu menggunakan nama samaran karena ketidakmampuan dalam hal pembuktian soal seseorang menggunakan jin atau tidak.
Dari hasil analisa di atas, meskipun baru sebagian, kita seharusnya sudah bisa membaca bahwa pasti ada sesuatu dibalik ini. Jelas, kalau kita simpulkan, ternyata ini adalah kendaraan politik dari Partai Keadilan Sejahtera untuk menggalang massa. Dimana mereka melihat bahwa dunia persilatan dan senam pernapasan adalah potensi yang sangat besar untuk digarap, terutama masyarakat Indonesia yang lebih menyukai hal - hal yang berbau mistis apabila bisa ditarik untuk memberikan suara buat PKS itu memberikan keuntungan yang sangat besar sekali. Maka langkah pertama dari mereka adalah harus memfitnah semua perguruan Tenaga Dalam atau senam pernapasan mengandung unsur Jin kecuali Thifan Po Khan, karena tergabung dalam Partainya, diharapkan kalau anggota semua perguruan Tenaga Dalam beralih ke Thifan Po Khan maka suara mereka bisa diarahkan ke PKS. Langkah kedua memanfaatkan tipikal masyarakat Indonesia yang lebih mudah menerima hal mistis daripada berpikir, maka digunakan metoda Ruqyah yang sebetulnya adalah jampi - jampi atau mantera mantera menggunakan bahasa arab atau menggunakan potongan potongan ayat Al Qur’an. Langkah ketiga menggunakan kedok agama berwujud ulama berbaju koko atau jubah agar bisa dipercaya oleh masyarakat, dimana tipikal masyarakat Indonesia lebih gampang dipengaruhi dan lebih percaya pada penampilan dan gelar, apalagi fasih berbahasa arab, itu lebih meyakinkan, kalau perlu bikin saja hadits palsu, toh orang tidak bakalan tahu, asal menyampaikannya saja dengan sangat meyakinkan, orang pasti males ngurut dan ngusut itu hadist. percaya saja lah! toh yang ngomongnya ustadz kok .
Sadarlah saudaraku sesama muslim yang baik, berpikirlah! Ibnu Shina membuat ilmu kedokteran karena Ruqyah itu benar benar tidak efektif, selalu menimbulkan fitnah dan perpecahan, contohnya banyak orang yang sebetulnya dia stress berat disebut kesurupan karena peruqyahnya tidak bisa membedakan antara stress dengan kesurupan. jadi di manterai pakai bahasa arab sambil digebuki akibatnya tambah stress lah orang itu , atau dia pura pura ngamuk seolah olah di tubuhnya ada Jin, padahal untuk menutupi kesalahan yang dia perbuat, kesalahan apa saja, biar punya kambing hitam yang namanya Jin, toh peruqyahnya kagak bisa ngebedain, akibatnya jadi pembenaran bahwa dia melakukan kesesatan itu karena pengaruh Jin. orang yang punya kemampuan lebih dikatakan dibantu Jin karena peruqyahnya tidak mampu melakukan seperti yang bisa dilakukan orang tersebut , dan sebagainya .. dan sebagainya .. dan sebagainya. Lagipula , apa bedanya Islam dengan agama lain seperti Hindu yang mengusir hantu pakai mantera berbahasa Sansakerta, Budha mengusir setan dengan bahasa China dan kertas HU, Kristen mengusir iblis dengan Exorcist dalam hal ini berbahasa inggris . Dikarenakan sulitnya menyerang PDIP, Partai Golkar juga partai lainnya yang cukup besar maka dicarilah sasaran lain yang lebih gampang yaitu masyarakat yang pengetahuan agamanya masih kurang, juga kebanyakan mereka tergabung atau pemilih Partai Politik lain .
Cara yang pintar untuk mencari Massa , tapi maaf…..gampang sekali dibaca !!
Selamat berpikir .
Wassalamualaikum Wr. Wb.
progam Ruqyah DPC JATIM PK Sejahtera
Ruqyah sya’riyah adalah sebuah terapi syar’i dengan cara pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an dan doa-doa perlindungan yang bersumber dari sunnah Nabi Muhammad SAW (Al Hadist). tujuannya untuk menjaga dan melindungi diri sendiri dan orang lain dari pengaruh buruk pandangan mata manusia dan jin, kerasukan, pengaruh sihir dan gangguan kejiwaan,” ujar ketua Tim Ruqyah Ahmad Mudzoffar Jufri, MA.
Menurut Mudzoffar, istilah ruqyah disertai kata syariyah dimaksudkan harus murni sesuai dengan batasan-batasan syari’ah Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As-sunnah. Hal ini, katanya, baik dalam kemurniam aqidah dan ibadah, niat dan tujuan, muatan dan isinya, maupun tata cara pelaksanaannya.
Selama progam ruqyah massal ini digelar, ribuan orang baik kader, simpatisan maupun masyarakat awam telah merasakan manfaatnya. Menurut catatan tim ini, sebagian peserta ruqyah termasuk kader inti yang semula ikut sebagai peserta berubah menjadi pasien, tanpa disadari sebelumnya. Masalah ini katanya, terkait dengan masa lalu dan latar belakang sebagian kader yang sempat berhubungan dengan beladiri dan olah kanuragan tenaga dalam, olah pernafasan, meditasi dan semacamnya. “di samping itu, pengaruh lingkungan keluarga yang masih akrab dengan segala sesuatu yang berbau klenik, mistik, dan perdukunan serta alam jin, juga berpengaruh dalam masalah ini.” Ujar mudzoffar.
Lebih lanjut, kegiatan ini menurutnya sebagai sarana yang sangat efektif untuk mendeteksi tingkat kondisi ruhani dan keimanan serta kualitas amal ibadah harian para kader. Sehingga setelah mengikuti daurah ruqyah ini rata-rata peserta terpacu untuk meningkatkan kualitas maknawiyahnya. Dari berbagai daurah ruqyah yang telah dilakukan tersebut memunculkan kader-kader peruqyah baru di daerah-daerah. Idealnya setiap kader adalah peruqyah bahkan DPC mempunyai tim peruqyah sendiri. Sebab sekarang ini kita butuh sebanyak mungkin peruqyah untuk memenuhi kebutuhan mendesak di masyarakat.” Tandas mudzoffar yang juga ketua denqan syari’ah wilayah DPW PK Sejahtera jawa timur.
Tim ruqyah DPW PKS Jatim kini menggelar ruqyah massa di kendiri, 24 agustus, di madiun 31 agustus, serta di pacitan 6-7 september mendatang. Mereka mengaku secara eksternal kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dakwah. “ini merupakan sarana dakwah yang sangat efektif untuk mencounter arus deras syirik yang demikian gencar. Apalagi didukung oleh kebebasan media massa cetak dan elektronik untuk mengelupas dan menpromosikan secara besar-besaran,” aku anggota tim penruqyah Dwi Aprianto. Menurutnya, daurah ruqyah merupakan forum dimana mereka bisa terang-terangan dan blak-blakan mengangkat tema-teman yang selama ini dianggap sensitif seputar fenomena-fenomena syirik dan bid’ah yang marak di masyarakat.
Ini juga, katanya sebagai sarana efektif penyadaran dari bahaya kesesatan dan kesyirikan yang selama ini tidak mereka sadari. Antusiasme masyarakat selalu besar dan meningkat dalam menyambut dan menunggu-nunggu kegiatan ruqyah ini karena memang sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Diantara hasil dan dampak sangat positif di masyarakat. Menurut mudzoffar, adalah tumbuh dan menguatnya kesadaran untuk membersihkan diri dan kehidupan mereka dari kepercayaan sesat terhadap benda-benda bertuah seperti keris, tombak, akik, jimat, rajah dan sejenisnya. Hal itu, lanjutnya, dibuktikan dengan amat banyaknya benda-benda bertuah yang mereka serahkan dengan sukarela pada saat kegiatan maupun setelahnya, lantas mereka secara bersama-sama menghancurkan dan membakarnya pada kegiatan itu digelar. Ada pula yang mereka hancurkan dan bakar sendiri di rumah masing-masing. Padahal, diantara benda-benda itu bernilai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Tak sedikit pula sebagian peserta meminta adanya tindak lanjut berupa pembinaan dan penlurusan akidah mereka. Mereka ini dibina dalam kelompok-kelompok pengajian kecil. Disamping itu, mereka juga semakin waspada terhadap cara-cara terapi atas gangguan jin yang selama ini mereka kenal dan bisa membedakan antara cara-cara syar’i dan yang tidak syar’i, meskipun sama-sama menpergunakan ayat Al Qur'an dan doa-doa berbahasa arab. “dewasa ini semakin lebar pintu-pintu masuknya syirik dan bid’ah sehingga memudahkan jin menganggu orang yang tanda-tandanya seperti perasaan takut sekali, marah sekali, kelalaian hati dari dzikirullah dan lain-lain.” Tutur mudzhoffar.
“pintu-pintu lain yang ikut andil merusak akidah ummat Islam, menurut jebolan universitas iman muhammad bin saud, saudi arabia, ini adalah pintu dunia perdukunan, peramalan, paranormal dan sejenisnya. Kedua pintu beladiri dan olah kanuragan dengan menggunakan tenaga dalam. Ketiga pintu dunia olah pernafasan, meditasi dan semacamnya. Keempar, pintu dunia pengobatan alternatif supranatural. Kelima kecenderungan umum masyarakat kepada dunia klenik, mistik dan misteri. Dan eratnya kehidupan masyarakat modern dengan patung-patung, gambar-gambar, musil dan lain-lain.
Tim daurah ruqyah ini berharap kegiatan ini menjadi agenda nasional melalui kebijakan DPP PK Sejahtera. Selain itu kegiatan ruqyah ini bisa dijadikan salah satu agenda yang memiliki muatan nilai nashrullah yang sangat tinggi, sehingga kegiatan semacam ini menjadi salah satu faktor utama peraihan kemenangan hakiki.
(sumber: majalah saksi no 24 tahun V 9 september 2003) |
| |